FAQ
Pertanyaan yang Sering Muncul
Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar Spiritual Direction. Jika Anda tidak menemukan jawaban di sini, jangan ragu untuk menghubungi.
Apa itu Spiritual Direction?
Spiritual Direction adalah percakapan yang lembut dan terarah, yang menolong seseorang untuk menyadari serta menanggapi kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Ini bukan memberi nasihat atau memecahkan masalah, melainkan mendengarkan bersama secara mendalam, lewat keheningan, doa, dan refleksi. Seorang Spiritual Director menemani seseorang dalam perjalanannya, membantu ia makin menyadari kehidupan batinnya, relasinya dengan Tuhan, dan bagaimana dirinya sedang dituntun dengan penuh kasih.
Apa itu Spiritual Director?
Seorang Spiritual Director tidak benar-benar "mengarahkan" Anda dalam arti harfiah. Ia menahan diri dari memberi nasihat dan tidak berusaha "memperbaiki" seorang directee atau mengendalikan hasil percakapan. Sebaliknya, ia berusaha menghormati perjalanan setiap directee sebagai perjalanan yang unik. Yang ia lakukan adalah menimbang bersama directee-nya gerak Roh Tuhan dalam hidup orang tersebut. Jefry dibentuk di CenterQuest, yang mengusung pendekatan contemplative-evocative dalam proses Spiritual Direction.
Seperti apa sebuah sesi berlangsung?
Sesi Spiritual Direction pada umumnya tampak seperti dua orang sedang bercakap-cakap, dengan jeda-jeda di tengah percakapan untuk keheningan, refleksi, dan mendalami lebih jauh. Pertemuannya biasa berlangsung 45–60 menit dan setidaknya diadakan sebulan sekali. Biasanya dimulai dengan keheningan atau latihan pemusatan yang singkat, lalu isi pertemuannya mengalir dari apa pun yang sedang hidup dalam diri directee dan terasa penting untuk didalami. Director sebagian besar akan mendengarkan, memantulkan kembali apa yang didengarnya, mengajukan pertanyaan yang menolong untuk masuk lebih dalam, serta memberi ruang bagi penimbangan bersama atas ajakan-ajakan yang muncul dari hidup directee.
Apa bedanya Spiritual Direction dengan konseling atau coaching?
Seorang Spiritual Director bukanlah konselor, coach, guru, mentor, atau bahkan penasihat. Alih-alih menggali akar perilaku Anda (mengapa) atau menyusun rencana pertumbuhan (bagaimana), Spiritual Direction menyediakan waktu untuk menghayati apa yang terasa paling penting saat ini, dan mengalami kasih, kehadiran, serta tuntunan Tuhan di tengahnya. Meskipun sifatnya yang satu-satu bisa terlihat mirip terapi, konseling pastoral, atau life coaching, sebenarnya ini cukup berbeda. Spiritual Direction tidak berpusat pada "masalah", melainkan pada "kehidupan", "doa", dan "pertumbuhan", dan tidak hanya dicari di saat krisis atau transisi.
Untuk siapa Spiritual Direction ini?
Spiritual Direction terbuka bagi siapa saja yang rindu bertumbuh dalam relasinya dengan Tuhan dan mengalami kasih serta kehadiran-Nya dalam hidup mereka. Ini bagi kaum muda yang sedang bergumul dengan pertanyaan dan transisi hidup, para profesional, pasangan menikah yang sedang menavigasi relasi mereka, orang tua, pekerja nirlaba, pemimpin pelayanan, dan para pendeta, siapa pun yang menginginkan waktu khusus bersama seorang Spiritual Director terlatih, yang siap menemani Anda memaknai perjalanan rohani dan bercengkrama dengan kerinduan-kerinduan terdalam Anda.
Berapa biaya Spiritual Direction?
Saya tidak mematok biaya tetap untuk Spiritual Direction. Pelayanan ini berjalan dengan model persembahan sukarela, pemberian yang diberikan dengan hati bebas oleh para directee untuk menopang pelayanan ini. Pendekatan ini lahir dari keyakinan saya bahwa pendampingan rohani adalah sebuah pelayanan, bukan transaksi. Tidak ada seorang pun yang ditolak karena ketidakmampuan memberi.
Apakah saya harus menandatangani sesuatu?
Ya, saya memiliki sebuah kovenan yang akan saya minta Anda tanda tangani setelah mencoba satu sesi, jika Anda memutuskan untuk melanjutkan pertemuan. Dokumen ini memuat harapan-harapan seputar pertemuan, batas-batas kerahasiaan, serta meminta kontak darurat Anda.
Bisakah saya mencobanya sekali saja?
Tentu! Meski banyak orang menikmati dinamika Spiritual Direction, memang perlu waktu untuk terbiasa. Anda bisa menjadwalkan konsultasi gratis 20 menit untuk berbincang lebih lanjut, lalu memutuskan apakah ingin melanjutkan dengan sebuah sesi, tanpa ada keharusan untuk berlanjut.
Masih ada pertanyaan?
Saya dengan senang hati menerima kabar dari Anda. Jangan ragu untuk menghubungi, sekadar untuk berbincang secara informal.